Akhmad Junaidi Wakil Ketua DPP LPKAN Indonesia Siap Maju Jadi Calon Independen Walikota Surabaya

0
476

Jakarta,LpkanNews.com – Meski masih setahun lagi Pilwali Surabaya digelar, atau tepatnya di bulan September 2020 sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sejumlah nama calon kandidat pengganti Wali Kota Tri Rismaharini satu-persatu mulai bermunculan.

Selain calon calon yang sudah ada, ada satu calon independent yang akan bakal jadi kuda hitam yaitu Akhmad Junaidi, S. Sos yg akrab dipanggil Cak Didik salah satu Mantan Pengurus Nasdem Jawa Timur dan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) Indonesia. Ini bakal maju menjadi calon Walikota Surabaya.

“Saya siap maju menjadi calon walikota surabaya”, ujar Cak Didik panggilan Pria kelahiran surabaya menyatakan di media pada acara halal bi halal LPKAN Indonesia di bumbu Desa,cikini jakarta pusat (25/6/2019)

Cak Didik menyatakan bahwa dirinya siap maju sebagai Walikota Surabaya berkat dorongan para tokoh nasional, dan para purnawiraan Jendral seperti Mantan Menkopolhukam Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdiyatno, Letjend TNI (Purn)
Yayat Sudrajat Mantan Kabais, Letjend TNI (Purn) Sarifuddin Tippe Mantan Danseskoad & Rektor Unhan, Irjend Pol (Purn) Wisjnu Amat Sastro Mantan Kapolda Sumut dan beberapa tokoh nasional lainnya seperti Tommy Soeharto dan Pengusaha Wibisono.

“Iya, berkat dorongan para purnawirawan Jenderal dan para senior, saya siap maju demi Perubahan di Kota Surabaya”, ungkap Cak Didik

Selain Cak Didik, ada beberapa calon lain yang beredar, antara lain Gus Hans dan Dhimas, kandidat berikutnya yakni Fandi Utomo. Mantan politikus Partai Demokrat yang kini berlabuh di PKB, dinilai memiliki dukungan dari simpatisan Parpol yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Berikutnya ada Azrul Ananda (profesional muda), Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Eri Cahyadi (kepala Bappeko Pemkot Surabaya) serta Arif Afandi (mantan wakil wali kota Surabaya).

Wali kota mendatang harus berprestasi dari Risma. Setidaknya, saat ini Surabaya sukses dalam melakukan 6 in 1, yakni kemudahan pengurusan online untuk semua dokumen penting seperti akta kelahiran, kematian, pernikahan, perceraian, surat pindah datang dan pindah ke luar.

Karena itu. sambung Cak Didik, sudah waktunya bagi Parpol untuk mengedepankan meritokrasi dalam mengajukan calonnya, bukan sebatas pengurus partai,maka dari itu saya maju secara independent dulu, tidak menutup kemungkinan saya bergabung dengan partai.

“Wali Kota Surabaya mendatang harus bisa lebih baik dari Bu Risma, atau setidaknya mempertahankan prestasi-prestasi beliau.itulah tantangannya,” pungkas Cak Didik (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here